Ekosistem Laut
Ekosistem
Laut
Setelah belajar mengenai ekosistem darat, sekarang kita akan belajar mengenai ekosistem laut
Apa sih itu ekosistem laut?
Ekosistem
laut merupakan salah satu jenis ekosistem yang terletak di perairan laut dan
bisa disebut sebagai ekosistem bahari. Ekosistem laut didominasi oleh perairan
asin yang luas dan termasuk ekosistem sebagai tempat tinggal berbagai biota
laut, seperti hewan bersel satu, mamalia, invertebrata, hingga berbagai
tumbuhan laut, seperti alga dan terumbu karang.
https://assets-a1.kompasiana.com/items/album/2018/02/02/pengertian-
ekosistem-laut-1-5a741ba4cf01b43b7b1b52a2.jpg
Ekosistem
laut mempunyai beberapa ciri-ciri yang dapat membedakan dengan ekosistem lain,
yaitu sebagai berikut:
1. Mempunyai
suhu yang bervariasi, yaitu memiliki perbedaan suhu di antara bagian permukaan
laut dengan bagian laut yang dalam atau kedalaman di dalam air laut.
2. Mempunyai
tingkat salinitas yang tinggi, yaitu semakin mendekati garis khatulistiwa, maka
tingkat salinitas akan semakin tinggi.
3. Tidak
terlalu dipengaruhi oleh kondisi iklim dan cuaca.
4. Lebih
banyak mengandung NaCl hingga mencapai 75%.
Ekosistem
laut mempunyai berbagai bagian. Bagian dari ekosistem laut dapat dilihat dari
kedalaman dan jarak dari pantai yang terdiri dari:
1. Zona
Litoral (Zona Pasang Surut)
Zona litoral atau zona
pasang surut merupakan zona yang terletak pada bagian paling atas atau di
bagian dangkal dari suatu lautan dan termasuk zona laut yang berbatasan secara
langsung dengan daratan. Zona litoral termasuk zona yang akan terendam ketika
air laut mengalami pasang dan akan terlihat menyerupai daratan ketika air laut
surut. Dalam zona ini, terdapat berbagai hewan yang dapat ditemui, seperti
bintang laut, kepiting, udang, bulu babi, hingga cacing laut.
2. Zona
Neritik (Ekosistem Pantai Pasir Dangkal)
Zona neritik merupakan suatu bagian laut yang memiliki tingkat kedalaman sekitar 200 meter sehingga bagian ini masih dapat ditembus oleh sinar matahari hingga ke bagian yang dasar. Dalam zona neritik banyak ditemukan berbagai jenis tumbuhan ganggang (tumbuhan laut) dan berbagai jenis ikan. Selain itu, dalam zona neritik juga dapat ditemukan ekosistem kecil lain, seperti ekosistem terumbu karang, ekosistem pantai batu, dan ekosistem pantai lumpur.
3. Zona
Oseanik
Zona oseanik merupakan
suatu zona yang paling dalam dari ekosistem laut, di mana termasuk ke dalam
daerah eksosistem laut lepas karena mempunyai kedalaman yang sangat dalam
sehingga di dalam zona ini akan terlihat gelap. Zona oseanik dapat dibedakan
menjadi 2, yaitu zona batial dan zona abisal. Zona batial merupakan zona yang
mempunyai kedalaman sekitar 200 hingga 2000 meter, di mana dalam zona ini
memiliki konsisi remang-remang akibat dari sinar matahari yang masuk ke dalam laut
hanya sedikit dan hanya dihuni oleh nektron (sejenis organisme yang aktif
berenang). Sedangkan zona abisal merupakan zona yang mempunyai kedalaman leboh
dari 2000 meter, di mana dalam zona ini tidak dapat ditembus oleh sinar
matahari sama sekali dan dihuni oleh berbagai binatang predator, detrivitor
(pemakan sisa organisme), dan pengurai.
Berdasarkan
intensitas cahaya matahri yang masuk, ekosistem laut dapat dibedakan menjadi
berbagai zona sebagai berikut:
1. Zona
fotik: suatu daerah yang mudah ditembus oleh cahaya matahri dan memiliki
kedalaman air kurang dari 200 meter serta dapat ditemukan berbagai organisme yang
melakukan fotoseintesis.
2. Zona
twilight: suatu daerah yang memiliki kedalaman air di antara 200 – 2000 meter.
Dalam daerah ini, hanya sedikit sinar matahari yang masuk sehingga terlihat
remang-remang.
3. Zona
afotik: suatu daerah yang tidak dapat ditembus oleh sinar matahari sama sekali
dan berada di kedalaman lebih dari 2000 meter.
Berdasarkan
wilayah permukaan secara vertical, ekosistem laut dapat dibedakan menjadi
sebagai berikut:
1. Epipelagik:
suatu daerah laut yang berada di antara permukaan hingga kedalaman sekitar 200
meter.
2. Mesopelagik:
suatu daerah laut yang memiliki kedalaman laut antara 200 – 1000 meter.
3. Batiopelagik:
suatu daerah laut yang memiliki kedalaman laut di antara 200 – 2500 meter.
4. Abisalpelagik:
suatu daerah laut yang memiliki kedalaman laut 4000 meter.
5. Hadal
pelagik: suatu daerah laut yang memiliki kedalaman laut lebih dari 6000 meter
dan termasuk daerah laut yang terdalam.
Jenis- Jenis Ekosistem laut
1. Ekosistem
laut dalam
Ekosistem ini terletak
di daerah laut paling dalam (palung laut) dan tidak dapat ditembus oleh sinar
matahari. Beberapa organisme yang hidup di ekosistem laut dalam, antara lain ikan
dan predator yang memiliki kemampuan untuk memancarkan cahayanya sendiri.
2. Ekosistem
pantai pasir
Ekosistem ini terletak
di pesisir pantai dengan hamparan pasir dan daerah ini selalu terken deburan
ombak serta sinar matahari yang kuat pada siang hari.
3. Ekosistem
pantai batu
Ekosistem ini mempunyai
banyak bongkahan batu besar meupun kecil. Berbagai organisme yang hidup di
ekosistem pantai batu, antara lain kepiting, kerang, siput, burung, dan
ganggang cokelat.
4. Ekosistem
terumbu karang
Ekosistem ini berada di
laut dangkal yang jernih. Ekosistem terumbu karang memiliki berbagai manfaat
bagi kelangsungan hidup biota laut dan manusia. Berbagai organisme yang
terdapat di ekosistem ini, antara lain terumbu karang, ikan, bintang laut,
molusca, hewan spons, dan ganggang.
5. Ekosistem
estuari
Ekosistem estuari
terletak di daerah pencampuran antara air laut dengan air sungai. Pada
ekosistem ini, dapat ditemui ekosistem padang lamun dan ekosistem hutan
mangrove.
Manfaat Adanya Ekosistem Laut
Ekosistem
laut mempunyai berbagai manfaat bagi kelangsungan makhluk hidup terutama
manusia. Beberapa manfaat dari adanya ekosistem laut adalah sebagai berikut:
1. Sebagai
sumber makanan bagi makhluk hidup (hewani atau nabati).
2. Sebagai
tempat hiburan dan rekreasi.
3. Sebagai
pengontrol iklim dunia.
4. Sebagai
tempat pembangkit listrik.
5. Sebagai
tempat budidaya ikan, kerang, mutiara, dan sebagainya.
6. Sebagai
sumber air minum.
7. Sebagai
tempat mata pencaharian penduduk, misalnya nelayan dan petani garam.
8. Sebagai
tempat penelitian
Referensi:
Fatma, Desy. (2016). Ekosistem Air Laut: Pengertian, Ciri-Ciri,
dan Jenisnya. https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/laut/ekosistem-air-laut
diakses pada 2 Mei 2023 pukul 18.53 WIB.
Nugroho, Faozan Tri. (2022). Jenis-Jenis Ekosistem Laut, Ciri-Ciri,
Pembagian Zona, dan Manfaatnya. https://www.bola.com/ragam/read/4918219/jenis-jenis-ekosistem-laut-ciri-ciri-pembagian-zona-dan-manfaatnya
diakses pada 2 Mei 2023 pukul 18.46 WIB.
Webmaster. (2020). Jenis-Jenis Ekosistem Air di Laut. https://dlh.semarangkota.go.id/jenis-jenis-ekosistem-air-laut/
diakses pada 2 Mei 2023 pukul 18.48 WIB.

Komentar
Posting Komentar